Touch Training : Health Mom, Baby Massage and Spa

Kudus-Akademi Kebidanan Mardi Rahayu pada tanggal 4-6 Mei 2018 menyelanggarakan Touch Training : Health Mom, baby Massage and Spa di Kampus A Jl. KH. Wahid Hasyim No. 89 Kudus. Kegiatan dibuka pada tanggal 4 Mei 2018 secara resmi oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia cabang Kudus Ibu Hj. Siti Nurwiyah, S. Pd, MM.

Massage merupakan terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Massage telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia dan diwariskan secara turun temurun. Massage bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan tubuh menjadi segar bugar kembali. Massage dapat diterapkan di semua kalangan umur mulai dari bayi hingga dewasa.

Berbagai keluhan fisik sering muncul pada ibu pre natal (hamil). Hal ini dapat disebabkan karena perubahan semua sistem tubuhnya saat hamil. Massage yang dimulai saat hamil sangat penting agar ibu menjadi rileks sehingga produksi ASI dapat bertambah, sirkulasi darah lancar, dan ibu dapat merawat bayinya dalam keadaan sehat.

Selain massage bayi, therapy SPA (Solus per Aquos) merupakan salah satu teknik untuk menstimulasi perkembangan motorik dan sensorik bagi bayi melalui air. SPA merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan bagi bayi karena berada di suatu media Hydro sehingga massa bayi menjadi ringan dan bayi dapat bebas bergerak, seperti waktu dalam kandungan berada dalam cairan amnion

Touch Training : Helath Mom, Baby Massage and Spa yang diselenggarakan kali ini bekerjasama dengan Indonesian Holistic Care Assosiation (IHCA). Pembicara pada kegiatan ini yaitu Ibu Sutarmi M. N, beliau merupakan pendiri dari IHCA, Owner Elthy Mom and Baby Care Blora, Dosen dan juga seorang Terapist. Jumlah peserta pelatihan yaitu 29 orang dengan latar belakang Bidan, baik dari alumni, Praktik Bidan Mandiri, Dosen maupun praktisi Bidan di Klinik, Rumah Sakit dan Puskesmas di wilayah Kab. Kudus.

Touch Training diawali dengan ceramah Tanya jawab dan dilanjutkan dengan sesi praktikum, diakhir pelatihan akan dilakukan post test baik pengetahuan kognitif maupun psikomotor.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan serttifikat dari IHCA dan dari Kemenkes yaitu 2 SKP.

Direktur Ibu Titik Ariyanti dalam sambutannya menyampaikan : “Bidan sebagai tenaga kesehatan mempunyai peran penting dalam kesehatan ibu dan anak, merupakan sebuah tuntutan bahwa Bidan harus memiliki jiwa entrepreneur, memiliki daya kreativitas dan  inovasi yang tinggi sehingga mampu bersaing di era global”

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan lulusan Bidan yang siap kerja dan berjiwa entrepreneurship sesuai dengan misi Akademi Kebidanan Mardi Rahayu, dimana sebelum kegiatan ini berlangsung telah diadakan seminar Midwifepreneur pada bulan Februari 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.