Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Neonatal

Kudus- Akademi Kebidanan Mardi Rahayu mulai hari ini, Rabu, 12 Oktober 2016 kembali menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Neonatal (PPGDON) di Kampus A Jl. KH. Wahid Hasyim No. 89 Kudus. Pelatihan akan dilaksanakan selama 4 hari kedepan sampai dengan hari Sabtu, 15 Oktober 2016.

dsc06098
Presentasi Materi Pelatihan oleh Tim JMS & Training 119

Pelatihan Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Neonatal (PPGDON) adalah pelatihan yang berorientasi pada pertolongan penderita pre hospital. Pelatihan ini berfokus pada kemampuan live saving skill, kognitif, afektif maupun psikomotor kegawatdaruratan obstetri neonatus bagi tenaga kesehatan khususnya Bidan, dengan harapan mereka telah memiliki skill dasar dalam penanggulangan kegawatdaruratan serta mampu mempercepat respontime kegawatdaruratan obstetri dan neonatus.

Seperti kita ketahui pelayanan medis membutuhkan kecepatan, ketepatan dan kecermatan dalam pelaksanaannya untuk mencegah kematian maupun kecacatan yang dapat dialami oleh pasien. Untuk itu diperlukan tenaga medis yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menangani kegawatdaruratan medis sehingga kematian pada ibu dan anak dapat dicegah.

Setelah sukses dalam menyelenggarakan pelatihan serupa pada tahun sebelumnya, tahun ini Akademi Kebidanan Mardi Rahayu kembali menggandeng Jakarta Medical Service and Training 119. Jumlah peserta pelatihan pada tahun ini sejumlah 57 orang dengan latar belakang Bidan. Pembicara pada pelatihan ini antara lain dokter Spesialis Obsgyn, Spesialis Jantung Paru, Spesialis Anastesi, Spesialis Anak, dan Spesialis Bedah Orthopedi.

Pelatihan diawali dengan pemberian materi secara klasikal kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok untuk praktikum dan post test melalui 7 stasi ujian antara lain stasi pengenalan alat, intubasi, balut bidai, EKG, Resusitasi Jantung dan Paru (RJP), penanganan perdarahan dan resusitasi bayi baru lahir serta Initial Assasment. Diakhir kegiatan pelatihan ini peserta akan diajak untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari melalui simulasi gladi bencana.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat 3 SKP dari Jakarta Medical Service and Training 119. Peserta berasal dari Rumah Sakit, Klinik, Bidan Praktik Mandiri wilayah Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Semarang, Yogyakarta danTangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.